Bandung, BBF – Ditjen Pajak (DJP) kini pakai teknologi kecerdasan buatan (AI) bernama Arvita untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Kehadiran AI ini diharapkan mempercepat analisis, mendeteksi potensi fraud, dan membuat pengawasan lebih akurat.
DJP Pakai AI, Untuk Tingkatkan Kepatuhan WP
Ditjen Pajak (DJP) ternyata sudah mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Kehadiran AI bernama Advanced Responsive Virtual Tax Assistant (Arvita) menjadi bukti bahwa DJP pakai AI untuk mendukung kerja petugas pajak. Menurut Laporan Tahunan DJP 2024, Arvita sudah digunakan sejak tahun lalu dan terbukti membantu mempercepat analisis serta meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.
Arvita berfungsi sebagai asisten virtual yang bisa digunakan fiskus untuk mencari informasi terkait potensi pajak dari berbagai sektor. Mulai dari isu aset kripto, transfer pricing, hingga aturan dasar perpajakan, semua bisa diakses lebih cepat dengan bantuan Arvita. DJP menegaskan, kehadiran AI ini membantu mempercepat proses kerja sekaligus meningkatkan akurasi pengawasan.
Langkah ini sejalan dengan tren global. OECD mencatat bahwa banyak otoritas pajak di dunia mulai menggunakan AI untuk berbagai proses bisnis. Dari 54 yurisdiksi anggota OECD Forum on Tax Administration (FTA):
- 22,2% sudah menggunakan AI untuk berinteraksi dengan wajib pajak.
- 64,1% memanfaatkan AI untuk mengukur risiko kepatuhan.
- 74,4% menggunakan AI untuk mendeteksi fraud.
- Hanya 2,6% yang menggunakannya untuk mendukung penyelesaian sengketa.
Dengan adanya Arvita, DJP berharap kepatuhan wajib pajak bisa meningkat. Beberapa manfaat yang bisa dirasakan antara lain:
- Analisis lebih cepat: data wajib pajak bisa diproses dengan efisien.
- Deteksi fraud lebih akurat: celah manipulasi bisa segera ditemukan.
- Pelayanan lebih personal: wajib pajak bisa mendapat informasi sesuai kebutuhan.
Bagi wajib pajak, kehadiran AI berarti proses administrasi pajak bisa lebih mudah dan transparan. Misalnya, ketika ada indikasi ketidakpatuhan, sistem AI bisa langsung memberi sinyal kepada fiskus untuk melakukan klarifikasi.
Kehadiran Arvita menunjukkan bahwa DJP pakai AI bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Dengan analisis cepat, deteksi fraud akurat, dan pelayanan lebih personal, AI bisa jadi game changer dalam sistem perpajakan Indonesia.
Urusan pajak menjadi lebih mudah
Bukan hanya kemudahan, Konsultan pajak bandung BBF siap membantu sahabat BBF dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan.
Serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.
Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis!
Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!










