Bandung, BBF – Perusahaan Underinvoicing kini menjadi fokus utama pemerintah dalam upaya meningkatkan penerimaan pajak. Di tengah tekanan ekonomi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah, pemerintah memilih menutup celah kebocoran pajak daripada menambah jenis pajak baru.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa langkah utama saat ini adalah membenahi sistem penerimaan pajak, salah satunya dengan menindak perusahaan underinvoicing yang merugikan negara.
Daftar isi
TogglePerusahaan Underinvoicing Jadi Target Pengawasan
Praktik perusahaan underinvoicing terjadi ketika nilai transaksi yang dilaporkan lebih rendah dari nilai sebenarnya. Tujuannya jelas, yaitu untuk mengurangi beban pajak yang harus dibayar.
Pemerintah bahkan telah mendeteksi sedikitnya 10 perusahaan yang terindikasi melakukan praktik ini. Meskipun nilai kerugian negara belum diungkap, indikasi tersebut menunjukkan bahwa masalah ini cukup serius.
Dampak Underinvoicing terhadap Negara
Praktik perusahaan underinvoicing berdampak langsung pada penerimaan negara, antara lain:
Pajak yang dibayar lebih kecil dari seharusnya
Distorsi data ekonomi
Ketidakadilan bagi wajib pajak yang patuh
Kenapa Perusahaan Underinvoicing Dibidik?
Pemerintah menilai bahwa menindak perusahaan underinvoicing adalah langkah strategis untuk meningkatkan penerimaan tanpa harus membebani masyarakat dengan pajak baru.
Dengan memperbaiki kepatuhan pajak:
Penerimaan negara bisa meningkat
Defisit anggaran bisa ditekan
Sistem perpajakan menjadi lebih adil
Strategi Pemerintah ke Depan
Selain mengawasi perusahaan underinvoicing, pemerintah juga melakukan beberapa langkah lain:
Meningkatkan pengawasan berbasis data
Memperkuat koordinasi antar lembaga
Melakukan efisiensi anggaran di kementerian/lembaga
Bukan Tambah Pajak, Tapi Perbaiki Sistem
Purbaya menegaskan bahwa fokus pemerintah bukan menambah pajak baru, melainkan memastikan pajak yang seharusnya dibayar benar-benar masuk ke kas negara.
Artinya, penindakan terhadap perusahaan underinvoicing menjadi salah satu kunci untuk mengoptimalkan penerimaan tanpa menambah beban baru bagi masyarakat.
Kesimpulan
Langkah pemerintah membidik perusahaan underinvoicing menunjukkan arah kebijakan yang lebih fokus pada perbaikan sistem daripada penambahan tarif pajak.
Bagi dunia usaha, ini menjadi sinyal bahwa transparansi dan kepatuhan pajak akan semakin diawasi. Karena ke depan, bukan hanya besaran pajak yang diperhatikan, tetapi juga kejujuran dalam melaporkan transaksi.
Urusan pajak menjadi lebih mudah
Bukan hanya kemudahan, Konsultan pajak bandung BBF siap membantu sahabat BBF dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan.
Serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.
Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis!
Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!










