Bandung, BBF – Dalam upaya memperkuat penerimaan negara yang sempat terkontraksi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meluncurkan program quick win Purbaya lima langkah strategis yang ditargetkan bisa memberikan dampak langsung dalam waktu satu bulan.
Langkah ini diambil sebagai respons atas realisasi penerimaan negara yang baru mencapai 57,2% dari target APBN 2025 hingga Agustus, dengan kontraksi sebesar 7,8%. Fokusnya bukan menaikkan tarif pajak, melainkan mendorong aktivitas ekonomi dan penegakan hukum yang lebih efektif.
Daftar isi
ToggleRincian 5 Program Quick Win Purbaya
Berikut lima program yang akan dijalankan dalam waktu satu bulan:
- Stimulus Ekonomi Bertajuk 8+4+5 Pemerintah akan menggelontorkan paket stimulus untuk mendorong konsumsi dan investasi. Tujuannya agar aktivitas ekonomi meningkat dan berdampak langsung pada penerimaan pajak.
- Penagihan Tunggakan Pajak Inkrah Ada 200 wajib pajak besar yang sudah memiliki putusan hukum tetap, dengan nilai tunggakan Rp50–60 triliun. DJP akan menagih secara aktif agar dana tersebut segera masuk ke kas negara.
- Penegakan Hukum Terintegrasi Kemenkeu akan bekerja sama dengan Polri, Kejaksaan Agung, KPK, dan PPATK untuk menindak pelanggaran pajak dan transaksi keuangan mencurigakan. Tujuannya adalah meningkatkan kepatuhan dan efek jera.
- Percepatan Perbaikan Coretax System Sistem administrasi pajak digital yang sempat mengalami kendala akan diperbaiki dalam waktu satu bulan. Purbaya bahkan siap mendatangkan ahli IT dari luar negeri untuk mempercepat proses ini.
- Pemberantasan Rokok Ilegal Pemerintah akan menindak tegas penjualan rokok ilegal, terutama di marketplace. Jalur impor dan distribusi akan diawasi ketat, termasuk kemungkinan keterlibatan oknum internal.
Program Quick Win Purbaya Fokus pada Efisiensi dan Penegakan
Kelima program Quick Win Purbaya tidak hanya fokus pada penerimaan, tapi juga pada efisiensi sistem dan penegakan hukum. Dengan memperbaiki sistem digital dan menindak pelanggaran, pemerintah bisa meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan. Bagi wajib pajak, program ini membawa dua pesan penting:
- Jika kamu patuh, tidak perlu khawatir. Purbaya sudah menegaskan agar DJP tidak mengganggu wajib pajak yang taat.
- Jika kamu punya tunggakan, bersiaplah. Penagihan akan dilakukan secara aktif dan sistematis.
Penerimaan Negara Tertekan, Perlu Langkah Cepat
Data Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa penerimaan pajak hingga Agustus 2025 hanya mencapai Rp1.135,4 triliun, sementara targetnya Rp2.865,5 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari perkiraan.
Purbaya menyadari bahwa menunggu pemulihan ekonomi secara alami tidak cukup. Maka lahirlah lima program quick win yang dirancang untuk menggenjot penerimaan dalam waktu singkat, tanpa membebani masyarakat dengan pajak baru.
Perubahan Cepat Butuh Respons Cerdas
Melalui program quick win Purbaya, pemerintah menunjukkan bahwa perubahan bisa dilakukan cepat dan terukur. Tapi keberhasilan program ini juga bergantung pada respons masyarakat dan dunia usaha.
Wajib pajak perlu aktif, patuh, dan memanfaatkan sistem yang tersedia. Karena pajak bukan hanya soal kewajiban, tapi juga soal kontribusi untuk masa depan bersama.
Urusan pajak menjadi lebih mudah
Bukan hanya kemudahan, Konsultan pajak bandung BBF siap membantu sahabat BBF dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan.
Serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.
Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis!
Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!










