Bandung, BBF – Program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali menjadi sorotan publik dan pemerintahan pusat. Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Pak Luhut Binsar Pandjaitan, meminta agar alokasi anggaran MBG tidak dipangkas, karena menurutnya program ini punya efek ekonomi yang nyata di lapisan masyarakat bawah.
Daftar isi
ToggleAlasan Pak Luhut Menolak Pemangkasan Anggaran MBG
Pak Luhut menekankan bahwa penyerapan anggaran MBG sejauh ini sudah menunjukkan tren membaik. Meski belum mencapai target penuh hingga Oktober 2025 baru sekitar Rp 21,64 triliun terserap dari pagu sekitar Rp 99 triliun ia percaya bahwa sisa dana masih akan terserap jika pelaksanaan diperkuat.
Menurutnya, uang yang “berputar di bawah” (di masyarakat/pedesaan) bisa menggerakkan ekonomi lokal: membeli bahan pangan, menyerap tenaga kerja, memicu usaha mikro kecil, dan memperkuat rantai pasok lokal.
Luhut juga menyebut bahwa sudah ada sekitar 380 ribu lapangan kerja yang terserap melalui program MBG sejauh ini.
Dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu, Pak Luhut berpendapat bahwa memang tidak bijak menarik kembali dana yang belum terserap, sebab ini bisa melemahkan efek multiplier ekonomi di lapisan bawah.
Pak Luhut Tetap Optimis
Meskipun Pak Luhut optimistis, implementasi MBG tidak tanpa hambatan dan kritik. Beberapa tantangan utamanya:
Kasus keracunan massal beberapa waktu lalu menjadi sorotan serius terhadap keamanan pangan MBG.
Serapan anggaran yang belum maksimal: meskipun membaik, masih jauh dari target pagu.
Risiko misalokasi atau penyaluran yang tidak tepat sasaran: sejumlah pengamat menyarankan agar penerima MBG diubah dari universal menjadi targeted untuk menghindari pemborosan anggaran.
Tekanan dari Kementerian Keuangan (Menkeu): Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa jika serapannya tidak optimal hingga akhir Oktober, maka anggaran MBG akan dipotong atau dialihkan ke program lain.
Perspektif Pajak & Kebijakan Publik
Isu MBG ini punya kaitan erat dengan bagaimana anggaran APBN dan penerimaan negara dirancang, terutama dari pajak.
Anggaran MBG berasal dari APBN, yang sebagian besar dana APBN disokong oleh penerimaan pajak (± 70 %). Jadi pemangkasan anggaran MBG berarti harus ada redistribusi dari sektor-sektor lain atau memaksa pemerintah mencari alternatif penerimaan tambahan.
Efek multiplier ekonomi: jika anggaran MBG tercurah ke masyarakat, maka konsumsi lokal akan meningkat, yang kemudian bisa menghasilkan penerimaan pajak tambahan PPN, PPh UMKM, pajak konsumsi lokal jika sistem perpajakan lokal sudah berjalan baik.
Pentingnya data & akuntabilitas: agar program seperti MBG efektif, pemerintah perlu sistem monitoring yang transparan (dari pengadaan bahan, distribusi, laporan keuangan hingga audit) agar publik bisa mengawasi dan mencegah kebocoran anggaran.
Reformasi kebijakan berbasis bukti: bila dalam evaluasi periodik ternyata ada ketidakefisienan, lebih baik dilakukan penyesuaian (targeting, standarisasi dapur, sertifikasi higienis) daripada pemangkasan anggaran penuh.
Pak Luhut punya argumen kuat bahwa anggaran MBG jangan dipangkas, karena potensi efek positifnya untuk ekonomi masyarakat bawah sangat nyata. Namun memastikan agar program ini berjalan dengan baik memerlukan reformasi operasional dan penguatan tata kelola.
Berikut rekomendasi agar MBG bisa lebih efektif:
Percepat penyerapan dengan memperkuat kapasitas daerah dan dukungan logistik.
Evaluasi secara berkala dan transparan, melibatkan audit independen.
Perkuat supervisi terhadap dapur MBG agar keamanan pangan terjaga.
Terapkan mekanisme targeting bila diperlukan agar alokasi tepat sasaran.
Pastikan sistem perpajakan lokal & penyaluran subsidi saling mendukung agar efek ekonomi bisa lebih luas.
Urusan pajak menjadi lebih mudah
Bukan hanya kemudahan, Konsultan pajak bandung BBF siap membantu sahabat BBF dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan.
Serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.
Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis!
Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!










