Jakarta, BBF – BBF berkesempatan untuk turut serta menjadi bagian acara TikTok Shop Underground bertajuk “Blind Spot dan Efisiensi Cost” dengan membuka booth pada Rabu 14/01/2026 yang berlangsung di Aston TB Simatupang, Jakarta yang diisi lansung oleh Andrian Firnanda sebagai seorang Marketplace Expert.

Dalam acara tersebut, BBF menghadirkan booth konsultasi yang berfokus pada pembahasan blind spot perpajakan yang kerap tidak disadari oleh pelaku usaha digital. Mulai dari pengelolaan transaksi, pencatatan omzet, hingga risiko kepatuhan pajak yang berpotensi menimbulkan beban biaya di kemudian hari.
Pada era digital ini, masih banyak UMKM yang belum memanfaatkan perencanaan pajak secara optimal. Padahal, efisiensi cost tidak hanya berasal dari penghematan operasional, tetapi juga dari strategi perpajakan yang tepat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Banyak pelaku UMKM fokus pada peningkatan penjualan, namun luput melihat blind spot perpajakan yang justru dapat menimbulkan risiko biaya tambahan. Melalui acara ini, BBF ingin membantu pelaku usaha memahami pajak sebagai bagian dari strategi bisnis.”
Melalui booth yang dihadirkan, BBF menyediakan konsultasi dan edukasi secara langsung terkait pelaporan SPT Tahunan, pendampingan SP2DK, tax planning, tax retainer, serta tax review. Pendekatan ini dirancang agar pelaku UMKM dan pengusaha digital dapat memahami pengelolaan pajak secara praktis, aplikatif, dan patuh hukum.
Partisipasi BBF dalam TikTok Shop Underground menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM dan pengusaha digital melalui edukasi dan pendampingan perpajakan yang profesional. BBF percaya bahwa pengelolaan pajak yang baik dapat menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis di era ekonomi digital.








