Bandung, BBF – Dalam dunia bisnis, sering kita dengar bahwa bisnis bisa di copy, tapi rejeki tidak bisa di paste. Kasus Pak Sunhaji, seorang penjual es teh yang sempat direndahkan oleh Gus Miftah, menjadi contoh nyata dari pernyataan tersebut.
Pak Sunhaji, yang dikenal sebagai penjual es teh keliling di Magelang, Jawa Tengah, baru-baru ini menjadi viral di media sosial setelah Gus Miftah mengolok-oloknya dalam sebuah pengajian.
Gus Miftah, yang dikenal sebagai penceramah dan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, mengucap kata yang kurnag mengenakan hati saat berbicara di depan jemaah. Video tersebut cepat menyebar di media sosial dan mendapatkan banyak kritik dari publik.
Namun, di balik semua celaan dan kritik, Pak Sunhaji mendapatkan kejutan yang tak terduga. Setelah video tersebut viral, banyak orang yang menunjukkan simpati dan dukungan kepada Pak Sunhaji.
Beberapa netizen bahkan mengadakan penggalangan donasi untuk membantu Pak Sunhaji dan keluarganya. Selain itu, Pak Sunhaji juga mendapatkan kesempatan untuk menghadiri acara-acara besar yang menarik banyak pengunjung, seperti pengajian akbar, yang membantu meningkatkan penjualan es teh-nya.
Daftar isi
ToggleBisnis Bisa Di Copy, Rejeki Tidak Bisa Di Paste
Pengajian akbar Gus Iqdam di Alun-alun Mangkunegaran, Solo, akhir-akhir ini menjadi sorotan media sosial karena ramai diadakan oleh pedagang es teh. Fenomena ini terjadi setelah viralnya video Gus Miftah Maulana yang mengolok-olok pedagang es teh bernama Sunhaji.
Pada Minggu, 8 Desember 2024, pengajian Gus Iqdam yang diadakan untuk menyongsong 1 Abad Pondok Pesantren Al Falah Ploso, tiba-tiba dipenuhi oleh puluhan pedagang es teh. Mereka tidak hanya menjual es teh, tetapi juga berbagai camilan seperti cilor dan telur gulung.
Situasi ini membuat pengunjung kesulitan fokus mendengarkan ceramah, dan banyak warganet yang memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan komentar. Beberapa menyebut bahwa kehadiran pedagang es teh tersebut mengganggu jalannya acara, sementara yang lain beranggapan bahwa mereka hanya mencari nafkah.
Gus Iqdam sendiri berusaha mengendalikan situasi dengan meminta para penjual es teh untuk tidak terlalu ramai dan meminta mereka untuk duduk kembali sebelum salawatan dimulai. Namun, banyak pedagang yang tetap berada di area pengajian, menciptakan suasana yang cukup kacau.
Warganet pun berbicara tentang fenomena ini, dengan beberapa menyebut bahwa tindakan Gus Miftah yang mengolok-olok pedagang es teh telah memicu banyak penjual es teh untuk datang ke pengajian tersebut. Meskipun begitu, ada juga yang beranggapan bahwa para penjual es teh hanya berusaha mencari nafkah.
Kasus ini mengajarkan kita bahwa meskipun bisnis bisa di copy, rejeki yang datang dari usaha dan ketekunan tidak bisa di paste. Pak Sunhaji, yang awalnya hanya mencari nafkah dengan menjual es teh, akhirnya mendapatkan kejutan yang tak terduga karena simpati dan dukungan publik.
Urusan pajak menjadi lebih mudah
Bukan hanya kemudahan, bisnis best friend siap membantu sahabat bbf dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan,serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.
Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis! Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!










