pemerintah pajak

Pemerintah Mulai Kejar Setoran Pajak di Tahun Pertama

Bandung, BBF –  Pemerintah mulai kejar setoran pajak di tahun pertama, dan tentunya akan menghadapi tantangan besar dalam mencapai target penerimaan pajak yang ambisius.

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, target penerimaan pajak ditetapkan sebesar Rp 2.189,3 triliun, naik dari target tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.988 triliun. Untuk mencapai target ini, pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi utama.

Ekstensifikasi dan Intensifikasi Pajak

Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo, menjelaskan bahwa strategi utama untuk mencapai target penerimaan pajak adalah melalui ekstensifikasi dan intensifikasi.

Ekstensifikasi pajak melibatkan pengawasan terhadap wajib pajak yang belum terdaftar, baik individu maupun badan usaha, untuk memastikan mereka memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Data dari berbagai sumber, baik internal maupun eksternal, digunakan untuk mengidentifikasi wajib pajak potensial yang belum terdaftar.

Intensifikasi pajak, di sisi lain, fokus pada pengawasan dan optimalisasi penerimaan dari wajib pajak yang sudah terdaftar. Ini termasuk pemeriksaan kepatuhan dan penggalian potensi kewajiban pajak yang belum dilaporkan.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan basis pajak dan memastikan kepatuhan yang lebih baik dari wajib pajak yang ada.

Kenaikan Tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Salah satu langkah kontroversial yang dipertimbangkan adalah kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menyerahkan keputusan ini kepada pemerintahan Prabowo.

Kenaikan tarif PPN ini diharapkan dapat memberikan tambahan penerimaan yang signifikan, mengingat PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) diproyeksikan mencapai Rp 945,1 triliun dalam RAPBN 2025.

Proyeksi Ekonomi dan Harga Komoditas

Selain strategi perpajakan, proyeksi ekonomi dan harga komoditas juga memainkan peran penting dalam mencapai target penerimaan pajak. Pemerintah optimis bahwa kondisi ekonomi akan membaik dan harga komoditas, terutama minerba, minyak, dan gas bumi, akan meningkat pada tahun mendatang.

Peningkatan harga komoditas ini diharapkan dapat mendorong penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) yang diproyeksikan mencapai Rp 1.209,2 triliun, tumbuh 13,8% dari tahun sebelumnya.

Kesimpulan

Dengan kombinasi strategi ekstensifikasi dan intensifikasi pajak, serta potensi kenaikan tarif PPN, pemerintahan Prabowo berupaya keras untuk mencapai target penerimaan pajak yang ambisius di tahun pertamanya. Meskipun tantangan besar menanti, optimisme terhadap kondisi ekonomi dan harga komoditas memberikan harapan bahwa target ini dapat tercapai.

Urusan pajak menjadi lebih mudah

Bukan hanya kemudahan, bisnis best friend siap membantu sahabat bbf dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan,serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa  mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.

Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis! Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!

Follow dan kunjungi kami melalui:
X (Twitter)
Visit Us
Follow Me
Bagikan artikel ini
Mochamad Fajar Aulia
Mochamad Fajar Aulia
Articles: 1516

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *