Bandung, BBF – Kamu tahu nggak, Indonesia lagi mengalami deflasi selama lima bulan berturut-turut, lho! Ini mirip banget sama yang terjadi di tahun 1999. Deflasi ini artinya harga-harga barang dan jasa turun terus-menerus. Mungkin kamu pikir, “Wah, enak dong, harga-harga jadi murah!” Tapi, tunggu dulu, ada sisi lain dari cerita ini.
Deflasi bisa jadi tanda kalau ekonomi kita lagi nggak sehat. Biasanya, ini terjadi karena daya beli masyarakat menurun. Orang-orang jadi lebih sedikit belanja, dan ini bisa bikin roda ekonomi melambat. Nah, pemerintah kita nggak tinggal diam. Mereka terus mendorong kita untuk tetap belanja.
Daftar isi
ToggleIndonesia Deflasi Selama 5, Pemerintah Sarankan Masyarakat Harus Belanja
Kenapa harus belanja? Karena dengan belanja, kita bisa bantu menggerakkan ekonomi dan mencegah situasi jadi lebih buruk. Bayangin aja, kalau semua orang berhenti belanja, toko-toko bisa tutup, pekerja bisa kehilangan pekerjaan, dan ekonomi kita bisa makin terpuruk. Jadi, meskipun harga-harga turun, penting banget buat kita tetap mendukung perekonomian dengan belanja sesuai kebutuhan.
Tapi, hal ini tidak bisa terjadi jika pendapatan masyarakat yang hanya naik sekitar 1,5%, pemerintah malah menaikkan iuran dalam bentuk pajak dan lainnya. Subsidi dipangkas, harga-harga naik. Konsumsi jadi makin lesu.
Penyebab Deflasi
Deflasi yang terjadi kali ini disebabkan oleh beberapa faktor utama:
- Penurunan Harga Pangan: Harga beberapa komoditas pangan seperti cabai merah, tomat, kentang, dan produk peternakan seperti telur dan daging ayam mengalami penurunan signifikan.
- Daya Beli Menurun: Ada indikasi bahwa daya beli masyarakat, terutama kelas menengah, mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari menurunnya konsumsi dan peningkatan tabungan masyarakat.
- Kondisi Ekonomi Global: Penurunan harga minyak dunia dan ketidakpastian ekonomi global turut mempengaruhi kondisi ekonomi domestik.
Dampak Deflasi
Deflasi yang berkepanjangan dapat memiliki dampak negatif pada perekonomian, antara lain:
- Penurunan Pendapatan Produsen: Produsen mengalami penurunan pendapatan karena harga jual produk mereka menurun.
- Pengangguran: Penurunan produksi akibat rendahnya permintaan dapat menyebabkan peningkatan pengangguran.
- Penurunan Investasi: Investor cenderung menahan investasi mereka karena ketidakpastian ekonomi.
Menurut Ahli
Nailul Huda, seorang ekonom dan Direktur Ekonomi Digital di Celios, mengatakan bahwa deflasi yang terjadi bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2024, yang diperkirakan sekitar 5 persen.
“Jadi, pertumbuhan ekonomi bakal melambat. Target 5 persen itu menurut saya sudah cukup moderat dan realistis dengan kondisi sekarang. Kalau lebih dari 5 persen, itu bonus. Kalau kurang dari 5 persen, ya wajar,” kata Nailul Huda kepada Liputan6.com pada Selasa (1/10/2024).
Menurut Nailul, deflasi yang terjadi selama lima bulan berturut-turut menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Indonesia menurun karena kebijakan pemerintah yang kurang tepat.
“Daya beli kita menurun karena kebijakan pemerintah yang kurang pas. Saat ini, masyarakat sedang mengalami penurunan daya beli, salah satunya karena pendapatan yang bisa dibelanjakan juga menurun,” ujarnya.
Kenaikan Iuran
Kebijakan pemerintah yang kurang tepat ini termasuk banyaknya kenaikan iuran seperti pajak dan lainnya, serta pemangkasan subsidi energi. Sayangnya, hal ini tidak sejalan dengan pendapatan masyarakat yang terus tertekan.
“Pendapatan masyarakat cuma naik sekitar 1,5 persen. Tapi, pemerintah malah menaikkan iuran dalam bentuk pajak dan lainnya. Subsidi dipangkas, harga-harga naik. Konsumsi jadi makin lesu. Akibat kebijakan ini, kita mengalami deflasi selama 5 bulan berturut-turut,” jelasnya.
Urusan pajak menjadi lebih mudah
Bukan hanya kemudahan, bisnis best friend siap membantu sahabat bbf dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan,serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.
Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis! Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!










