Buat kamu yang menjalankan usaha, pasti sering berurusan dengan cara menghitung PPh 22. Salah satu yang sering bikin bingung adalah PPh 22, yaitu pajak yang dipungut atas transaksi barang tertentu.
Supaya bisnis kamu tetap patuh aturan, penting banget memahami apa itu PPh 22, siapa saja yang wajib memungut, dan cara menghitung PPh 22 yang benar. Panduan lengkapnya disusun rapi biar kamu mudah menerapkannya.
Apa Itu PPh 22?
PPh 22 adalah pajak penghasilan yang dipungut oleh pihak tertentu sehubungan dengan kegiatan impor, perdagangan barang mewah, dan penjualan barang kepada pemerintah.
Pihak yang memungut PPh 22 biasanya:
- Bendahara pemerintah (ketika membeli barang)
- Importir
- Badan usaha tertentu (misalnya produsen semen, baja, otomotif, dll)
- Pelaku usaha yang membeli barang mewah
Dan karena sifatnya dipungut di depan, kamu wajib paham cara menghitung PPh 22 agar transaksi bisnis tetap aman.
Objek PPh 22 Apa Saja yang Dikenakan?
Berikut transaksi yang dikenakan PPh 22 secara umum:
A. Impor Barang
Dipungut oleh bank devisa atau DJBC.
B. Penjualan Barang ke Pemerintah
Contohnya menjual UMKM jual komputer, alat kantor, ataupun barang habis pakai ke instansi pemerintah.
C. Penjualan Hasil Produksi Badan Usaha Tertentu
Termasuk:
- Semen
- Baja
- Kertas
- Otomotif
- BBM & gas
- Farmasi
- dan produk industri tertentu lainnya
D. Pembelian Barang Mewah
Misalnya pembelian mobil mewah, perhiasan, atau barang bernilai tinggi.
Dengan memahami objeknya, kamu jadi lebih mudah mengerti cara menghitung PPh 22.
Baca Juga: Begini! Cara Menghitung PPh 23 yang Benar untuk Pengusaha
Tarif PPh 22 Terbaru
Setiap objek PPh 22 punya tarif yang berbeda.

Tarif di atas adalah acuan umum yang sering dipakai dalam kegiatan usaha.
Rumus Cara Menghitung PPh 22
Secara sederhana:
PPh 22 = Tarif PPh 22 × Dasar Pengenaan Pajak (DPP)
Untuk impor:
DPP = Nilai CIF + Bea Masuk
Untuk penjualan ke pemerintah:
DPP = Harga Pembelian (sebelum PPN)
Contoh Cara Menghitung PPh 22 (Lengkap)
A. Contoh Penjualan ke Pemerintah
UMKM menjual alat kantor sebesar Rp50.000.000 (belum PPN).
PPh 22 = 1.5% × 50.000.000 = Rp750.000
Total yang dibayarkan pemerintah:
Harga + PPN 11% − PPh 22
= (50.000.000 + 5.500.000) − 750.000
= 54.750.000
B. Contoh Impor Barang Ber-NPWP
Nilai CIF = Rp100.000.000
Bea Masuk = Rp10.000.000
DPP = RP110.000.000
PPh 22 = 2.5% × 110.000.000
= Rp2.750.000
C. Contoh Impor Tanpa NPWP
Tarif naik 7.5%
PPh 22 = 7.5% × 110.000.000
= Rp8.250.000
Tips Agar Tidak Salah Menghitung PPh 22
- Pastikan jenis transaksi sesuai objek PPh 22
- Selalu cek apakah vendor/importir memiliki NPWP
- Simpan dokumen transaksi: invoice, PO, dokumen impor
- Gunakan software akuntansi untuk otomatisasi
- Cek update aturan PPh 22 secara berkala
FAQ
Apakah UMKM wajib memungut PPh 22?
Tergantung jenis transaksinya. Jika menjual ke pemerintah, ya wajib.
Apakah PPh 22 bisa dikreditkan?
Bisa, dipakai sebagai kredit pajak di SPT Tahunan.
Kapan PPh 22 harus dipotong atau dipungut?
Saat transaksi dilakukan atau saat pembayaran.
Kesimpulan
Memahami cara menghitung PPh 22 sangat penting bagi pengusaha, UMKM, dan pelaku bisnis yang sering berurusan dengan impor atau transaksi dengan pemerintah. Dengan mengetahui tarif, objek, dan contoh perhitungan, proses administrasi perpajakan jadi jauh lebih mudah dan minim kesalahan.
Kalau mau naik level, kamu bisa pakai jasa konsultan pajak biar semuanya makin aman dan sesuai aturan.
Butuh Bantuan Mengelola Pajak Bisnis?
Gunakan Jasa Perpajakan Profesional BBF! Berikut layanan kami:
- Jasa SPT Tahunan
- Jasa Pendampingan SP2DK
- Jasa Tax Review
- Jasa Tax Planning
- Jasa Tax Retainer
Klik disini untuk langsung konsultasi bareng admin sekarang!










