Dapat Surat Cinta Dari kantor Pajak? Bagaimana Menghadapinya? Kamu pernah dapet surat teguran?
Apa yang pertama kamu pikirkan ketika mendapat surat tersebut? Takut? Panic? Gak tau harus ngapain?
Secara teori surat cinta yang dikirmkan kantor pajak kepada kita, itu merupakan hal yang wajar. Surat tersebut
merupakan sebuah bentuk komunikasi KPP kepada masyaratkat atau wajib pajak terhadap kewajiban pajaknya.
Hal ini merupakan wujud prinsip dari self assessment dalam pemungutan pajak. Secara sederhana, kita akan memenuhi
segala kewajiban pajak menurut assessment atau penilaian atau pengakuan dari kita sendiri, misalnya dalam melakukan
pembayaran pajak maka kita akan menghitung sendiri besarnya pajak terutang sesuai dengan transaksi yang kita lakukan,
kemudian melaporkan dengan mengisi sendiri formulir SPT.
Dalam hal ini apa yang kita tulis atau isi belum tentu benar, atau istilah benar dalam pengisian SPT masih dalam pemahaman kita saja.
Inilah pentingnya konsultan pajak, agar kita tahu mengisi SPT itu tidak hanya sekadar mengisi secara benar, tapi kita harus benar-benar
memahami apa yang kita tuangkan ke dalam SPT tersebut.
Pada proses awal, KPP akan menerbitkan surat permintaan klarifikasi yang isinya baru sekedar mempertanyakan sesuatu, misalnya
apakah benar bahwa Anda mendapatkan penghasilan lain namun belum dilaporkan dalam SPT atau misalnya apakah Anda memiliki
harta sejumlah sekian atau hal yang lainnya.
Pada proses ini kita masih mungkin untuk menyangkal hal tersebut jika sebenarnya memang tidak benar dengan disertai dokumen
bukti pendukung. Informasi dan data yang dimiliki KPP tetap ada kemungkinan belum valid sepenuhnya sehingga KPP pada tahap awal
akan menerbitkan surat permintaan klarifikasi.
Namun jika memang data tersebut benar dan kekeliruan memang dilakukan oleh Wajib Pajak maka kita juga masih dapat melakukan revisi
atau pembetulan pada SPT yang telah dilaporkan.
Jika pada proses permintaan klarifikasi kita tidak memberikan respon apa-apa maka hal ini justru akan membawa pada permasalahan yang lebih berat.
Kita dapat saja dianggap menyembunyikan sesuatu atau tidak beritikad baik untuk menyelesaikan kewajiban perpajakan.
Jadi, apa yang sebaiknya kita siapkan jika menerima surat dari KPP?
- Pastikan kita harus dalam kondisi tenang untuk membaca isi surat tersebut kemudian temukan poin-poin yang dipertanyakan oleh KPP.
- Pahami dulu persoalan yang dipertanyakan secara spesifik terutama menyangkut periode tahun pajak dari data yang tertulis dalam surat.
- Cek kembali arsip-arsip pembayaran dan pelaporan pajak yang sudah dilakukan beserta dengan dokumen-dokumen transaksi ekonomi atau kepemilikan harta yang pernah kita miliki pada masa yang lalu.
- Buatlah kesimpulan apakah memang kita melakukan kekeliruan ataukah justru data dari KPP yang tidak valid.
- Buatlah respon yang diperlukan sesuai dengan kesimpulan yang kita buat.
Langkah-lahkang tersebut bisa kamu lakukan sendiri, atau lebih baik mintalah saran kepada pihak lain yang lebih berpengalaman misalnya konsultan pajak.
Ceritakan dengan detil permasalahan yang kamu hadapi dan bertanyalah bagaimana perlakukan pajak yang benar atas hal tersebut.








