Bandung, BBF – Sikap tegas Purbaya tolak tax amnesty menjadi sorotan karena bertentangan dengan pendekatan yang sebelumnya pernah diambil pemerintah. Pernyataan ini muncul di tengah pembahasan RUU Tax Amnesty yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2025.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan sikapnya: tidak setuju dengan rencana pengampunan pajak atau tax amnesty yang kembali diusulkan dalam RUU terbaru. Menurutnya, kebijakan semacam ini justru merusak kredibilitas pemerintah dan memberi sinyal buruk kepada wajib pajak.
Daftar isi
TogglePurbaya Tolak Tax Amnesty, Pilih Tarik Dolar WNI di Luar Negeri
Sebagai alternatif, Purbaya memilih strategi lain: menarik dana warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri dengan insentif. Ia menyebut bahwa pendekatan ini lebih sehat secara ekonomi dan tidak merusak integritas sistem pajak.
Pemerintah akan merancang skema insentif agar WNI tertarik membawa pulang dananya ke Indonesia, tanpa harus melalui tax amnesty. Ini juga sejalan dengan upaya memperkuat cadangan devisa dan likuiditas dalam negeri.
Purbaya Tolak Tax Amnesty dan Fokus Perluas Basis Pajak
Selain menarik dana luar negeri, Purbaya juga akan fokus memperluas basis pajak melalui pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut bahwa dengan tax ratio yang konstan, penerimaan pajak bisa tetap tumbuh jika ekonomi bergerak lebih cepat.
Tax Amnesty Berulang Bisa Timbulkan Masalah
Tax amnesty sebelumnya telah dilakukan dua kali, masing-masing pada 2016 dan 2022. Tujuannya adalah memberi kesempatan kepada wajib pajak untuk melaporkan dan membayar pajak atas harta yang belum tercatat. Namun, menurut Purbaya, pelaksanaan tax amnesty secara berulang justru menimbulkan persepsi negatif.
Ia menyebut bahwa jika pengampunan pajak dilakukan berkali-kali, maka wajib pajak bisa berpikir bahwa penghindaran pajak akan terus ditoleransi. “Message-nya jadi: kibulin aja pajaknya, nanti tunggu amnesti,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan.
Pajak Harus Tegas, Bukan Longgar Berkala
Purbaya menilai bahwa kebijakan fiskal harus memberikan sinyal yang jelas dan tegas. Jika pemerintah terus memberi kelonggaran melalui tax amnesty, maka kepatuhan pajak akan menurun. Wajib pajak yang taat akan merasa dirugikan, sementara yang tidak patuh justru diuntungkan.
Sebagai ekonom, Purbaya menyebut bahwa tax amnesty bukanlah solusi jangka panjang. Ia lebih memilih pendekatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas basis pajak secara alami, bukan melalui pemutihan berkala.
Kenapa Purbaya Tolak Tax Amnesty?
Ada beberapa alasan kuat di balik sikap Purbaya:
- Merusak kredibilitas fiskal Tax amnesty berulang memberi kesan bahwa pemerintah tidak konsisten dalam menegakkan aturan.
- Mendorong perilaku penghindaran pajak Wajib pajak bisa sengaja menunda pelaporan dengan harapan ada amnesti berikutnya.
- Tidak adil bagi wajib pajak patuh Mereka yang sudah taat merasa dirugikan karena pelanggar justru diberi kelonggaran.
- Tidak efektif dalam jangka panjang Penerimaan negara bisa meningkat sesaat, tapi tidak membangun budaya kepatuhan.
Langkah Strategis yang Bisa Diambil Pemerintah
- Optimalkan regulasi yang sudah ada Pemerintah akan memaksimalkan pemungutan pajak tanpa menambah kebijakan baru.
- Perkuat edukasi dan pengawasan Meningkatkan literasi pajak dan memperkuat sistem audit untuk mendorong kepatuhan.
- Dorong repatriasi dana dengan insentif Menarik dana WNI di luar negeri tanpa tax amnesty, tapi dengan skema yang menarik.
- Fokus pada pertumbuhan ekonomi riil Basis pajak akan meluas jika pendapatan masyarakat meningkat.
Sikap Purbaya tolak tax amnesty menunjukkan bahwa pemerintah ingin membangun sistem pajak yang kuat dan berintegritas. Pengampunan pajak bukan solusi jangka panjang, dan justru bisa merusak fondasi kepatuhan.
Dengan pendekatan yang lebih strategis seperti insentif repatriasi dan perluasan basis pajak pemerintah bisa meningkatkan penerimaan negara tanpa mengorbankan kredibilitas fiskal.
Urusan pajak menjadi lebih mudah
Bukan hanya kemudahan, Konsultan pajak bandung BBF siap membantu sahabat BBF dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan.
Serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.
Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis!
Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!










