persib bandung IPO

Persib Bandung Siap IPO, Terus Pajaknya Gimana?

Bandung, BBF – Dua musim beruntun, dua bintang. Persib Bandung baru aja buktiin diri sebagai salah satu klub paling stabil dan konsisten di Liga 1. Tapi kejutan nggak berhenti di lapangan.

Kabarnya, Maung Bandung siap naik kelas. Bukan cuma naik podium, tapi naik ke lantai bursa. Yup, Persib Bandung siap IPO alias Initial Public Offering. IPO ini berarti Persib bakal jual sahamnya ke publik.

Nggak cuma milik konsorsium atau pemilik mayoritas lagi, tapi juga bisa dimiliki bareng sama Bobotoh atau siapa pun yang percaya sama masa depan klub ini. Keren? Banget. Tapi ada satu hal yang sering luput dibahas: Gimana urusan pajaknya?

Kenapa Persib Bandung Mau IPO?

Sebelum ngomongin pajak, kita cari tahu dulu alasan kenapa Persib Bandung mau  IPO. Jadi, Persib selama ini dikelola oleh PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), yang berarti secara hukum mereka udah berbadan usaha.

Dengan IPO, mereka bisa dapat suntikan dana dari publik lewat penjualan saham. Tujuannya? Banyak. Mulai dari memperkuat struktur finansial, pengembangan akademi sepak bola, bangun fasilitas latihan, sampai masuk ke industri hiburan yang lebih luas.

Strategi ini juga jadi bukti kalau sepak bola Indonesia makin profesional dan serius ngurus bisnisnya. Tapi… ketika masuk ke pasar modal, artinya transparansi dan kewajiban perpajakan juga naik level.

IPO bukan hal kecil. Ini bukan sekadar klub butuh duit buat beli striker baru atau bangun training center. Lebih dari itu, IPO adalah bukti kalau manajemen klub udah ngerasa cukup siap—secara administrasi, hukum, dan finansial—buat buka semua isi dapurnya ke publik.

Nah, salah satu bagian dapur yang bakal kena spotlight adalah: pajak. Klub bola itu bisnis juga. Mereka punya pemasukan dari sponsor, penjualan tiket, hak siar, sampai jual-beli pemain. Dan semua itu… harus dilaporin. Harus dibukukan. Harus dibayar pajaknya.

Jadi kalau Persib berani ngomong siap IPO, itu kode keras bahwa secara administratif mereka udah cukup rapi. Termasuk urusan pajak.

Pajak Jadi Salah Satu Syarat IPO

Biar bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada banyak syarat yang harus dipenuhi. Dan salah satu syarat pentingnya adalah: kepatuhan pajak.

Perusahaan yang mau IPO harus:

  • Punya NPWP

  • Rutin lapor dan bayar pajak

  • Punya laporan keuangan yang diaudit

  • Bebas dari tunggakan pajak yang signifikan

Biasanya juga harus nunjukin Surat Keterangan Fiskal (SKF) dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai bukti mereka “beres” di mata fiskus. Hal ini diatur dalam PMK No. 18/PMK.03/2021.

Apa Dampaknya ke Pajak Kalau Klub Sepak Bola IPO?

Nah, ini poin pentingnya. Ketika Persib Bandung IPO, otomatis statusnya jadi perusahaan terbuka (Tbk). Artinya, mereka harus tunduk pada regulasi perpajakan yang lebih kompleks dan ketat. Berikut beberapa perubahan besar yang bakal terjadi:

  1. Transparansi Finansial
    Persib harus rutin melaporkan laporan keuangan secara terbuka. Artinya, nggak bisa lagi “main belakang” soal pemasukan, sponsor, atau keuntungan penjualan tiket.

  2. Kepatuhan Pajak Meningkat
    Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan lebih memperhatikan perusahaan publik karena datanya gampang dilacak. Jadi, peluang mereka “selamat” dari pemeriksaan makin kecil kalau ada yang nggak beres.

  3. Pemotongan Dividen
    Kalau nanti Persib untung dan bagi dividen ke pemegang saham, ada PPh Final yang harus dibayar, yaitu 10% untuk dalam negeri dan bisa beda kalau ke luar negeri, tergantung perjanjian pajaknya.

  4. Pajak dari Aktivitas Lain
    Misalnya dari bisnis merchandise, event konser, hak siar, atau kolaborasi dengan brand—semuanya masuk ke laporan keuangan dan kena pajak sesuai kategori usahanya.

Pajaknya Pemain dan Manajemen Gimana?

Nah, ini sering kelupaan. Banyak yang kira IPO cuma ngaruh ke perusahaan. Padahal, implikasi pajaknya bisa melebar ke pemain dan manajemen.

Misalnya gini, kamu adalah pemain yang dapat saham karyawan (Employee Stock Option Plan/ESOP). Ketika sahamnya naik dan kamu jual, itu bisa jadi objek pajak penghasilan. Atau kamu manajemen yang pegang saham, pembagian dividen juga masuk ke pajak penghasilanmu secara pribadi.

Apakah Ada Keuntungan Pajak bagi Perusahaan Tbk?

Perusahaan terbuka bisa dapat potongan tarif pajak. Kalau mereka memenuhi syarat—misalnya minimal 40% saham dimiliki publik dan terdaftar di BEI—mereka bisa dapat insentif penurunan tarif PPh Badan sebesar 3%. Jadi, tarif normal 22% bisa turun jadi 19%.

Dasar hukumn:

  • Pasal 17 ayat (2b) UU PPh, yang diperbarui lewat UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP)

  • Diperkuat dengan PP No. 30 Tahun 2020, yang mengatur lebih detail soal syarat diskon pajak itu

Jadi ini bukan sekadar insentif iseng-iseng. Pemerintah emang pengin dorong perusahaan—termasuk klub bola—buat lebih terbuka dan patuh pajak.

Publik Jadi Pengawas Pajak

Setelah IPO, Persib bakal jadi perusahaan terbuka. Artinya? Semua laporan keuangannya bisa diakses publik.
Siapa aja bisa lihat:

  • Gaji pemain

  • Pendapatan dari sponsor

  • Keuntungan bersih klub

  • Dan tentu aja… berapa pajak yang dibayar

Di sinilah peran fans dan publik mulai terasa. Bukan cuma nonton bola atau beli jersey, tapi juga ikut ngawasin.

Klub Bola dan Masa Depan Transparansi

IPO ini bisa jadi langkah gede buat masa depan sepak bola Indonesia. Kita udah lama lihat klub-klub yang susah bayar gaji pemain, utang numpuk, bahkan bubar di tengah jalan. Salah satu akar masalahnya: manajemen keuangan yang nggak transparan.

Dengan IPO, klub dituntut lebih terbuka. Harus audit tahunan. Harus lapor keuangan. Harus jelas dan bersih—termasuk soal pajak. Dan kalau langkah Persib ini sukses, bisa jadi contoh buat klub-klub lain. Bahwa profesionalisme di sepak bola itu nggak cuma soal skill di lapangan, tapi juga akuntabilitas di balik layar.

Belajar dari Klub Bola Luar Negeri

Kalau kamu perhatiin, klub-klub besar di Eropa kayak Manchester United, Juventus, sampai Borussia Dortmund udah lama IPO. Tapi mereka juga nggak luput dari kewajiban pajak. Bahkan, beberapa klub pernah kena denda karena manipulasi data keuangan.

Makanya, kalau Persib beneran serius IPO, mereka harus siap ngadepin konsekuensinya. Termasuk urusan pajak yang kadang rumit dan ribet itu.

Dari Stadion ke Bursa

Kita semua cinta Persib bukan cuma karena gol-gol cantiknya, tapi juga karena semangat dan sejarah panjangnya. Sekarang, klub ini siap naik kelas ke level yang lebih tinggi. Bukan cuma jadi juara Liga 1, tapi juga jadi klub publik yang profesional dan transparan.

Tapi euforia ini harus dibarengi dengan kewaspadaan. Karena IPO itu bukan akhir cerita—justru awal dari proses panjang menuju klub yang sehat dan berkelanjutan.

Urusan pajak menjadi lebih mudah

Bukan hanya kemudahan, bisnis best friend siap membantu sahabat bbf dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan.

Serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa  mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.

Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis!

Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!

Follow dan kunjungi kami melalui:
X (Twitter)
Visit Us
Follow Me
Bagikan artikel ini
Mochamad Fajar Aulia
Mochamad Fajar Aulia
Articles: 1516

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *