Dari Uang Pajak untuk Portal Bansos Digital

Dari Uang Pajak untuk Portal Bansos Digital

Bandung, BBF – Pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mulai menguji coba prototipe Portal Bansos Digital di Banyuwangi, Jawa Timur. 

Tujuannya sederhana tapi berdampak besar: membuat proses penyaluran bantuan sosial lebih mudah, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa tujuan portal bansos digital ini adalah agar penyaluran bantuan sosial lebih mudah, transparan, dan akuntabel. 

Sistem ini akan mulai diuji secara terbatas di Banyuwangi pada pekan kedua September 2025  sebagai langkah awal menuju transformasi digital penyaluran bansos.

Portal bansos digital ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2025 tentang Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah. 

Dengan sistem ini, masyarakat bisa mendaftar bansos secara mandiri melalui aplikasi, tanpa harus bergantung pada proses manual yang sering kali lambat dan rawan kesalahan.

Apa Saja Fitur Portal Bansos Digital?

Portal bansos digital ini dirancang agar bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tidak punya ponsel pintar atau akses internet. Berikut beberapa fitur utamanya:

  • Pendaftaran Mandiri

Masyarakat cukup memasukkan data diri seperti NIK, nama, dan alamat. Sistem akan memverifikasi data tersebut secara biometrik melalui database Ditjen Dukcapil.

  • Verifikasi Biometrik

Untuk memastikan keaslian pendaftar, sistem dilengkapi dengan teknologi liveness detection yang bisa membedakan wajah asli dari foto atau tiruan. Ini penting untuk mencegah penyalahgunaan bansos.

  • Pendamping Sosial Digital

Bagi warga yang tidak memiliki akses teknologi, mereka bisa dibantu oleh pendamping sosial atau perangkat desa yang sudah dilatih menggunakan portal ini. Akun pendamping pun wajib diverifikasi agar tidak terjadi manipulasi data.

Dari Pajak, Untuk Keadilan Sosial

Realisasi belanja bansos pada semester I tahun 2025 sudah mencapai Rp78 triliun, atau 57,7% dari target APBN. Dana ini berasal dari penerimaan negara, di mana sekitar 70% bersumber dari pajak. Artinya, setiap rupiah yang kita bayarkan sebagai pajak, berkontribusi langsung pada program-program seperti:

  • Program Keluarga Harapan (PKH): Rp13,1 triliun
  • Kartu Sembako: Rp25,9 triliun
  • Bantuan Iuran JKN: Rp23,2 triliun
  • Program Indonesia Pintar: Rp6,6 triliun
  • KIP Kuliah: Rp7,8 triliun

Dengan adanya Portal Bansos Digital, penyaluran dana ini bisa lebih tepat sasaran dan minim risiko penyimpangan.

Ini bukan sekadar sistem baru. Ini adalah jembatan antara uang yang kamu sumbangkan dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dengan portal ini, penyaluran bantuan jadi lebih cepat, lebih akurat, dan risiko penyelewengan bisa ditekan.

Urusan pajak menjadi lebih mudah

Bukan hanya kemudahan, bisnis best friend siap membantu sahabat bbf dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan.

Serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa  mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.

Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis!

Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!

Follow dan kunjungi kami melalui:
X (Twitter)
Visit Us
Follow Me
Bagikan artikel ini
Mochamad Fajar Aulia
Mochamad Fajar Aulia
Articles: 1516

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *