Bandung, BBF – BUMN selalu merugi meski tanpa pesaing karena tata kelola yang lemah, intervensi politik, dan beban penugasan pemerintah. Artikel ini mengulas akar masalahnya dan dampaknya ke keuangan negara.
Daftar isi
ToggleBUMN Selalu Merugi, Padahal Gak Ada Pesaing
Kalau dipikir-pikir, aneh juga ya. Banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor strategis, gak punya pesaing langsung, tapi tetap aja merugi. Padahal mereka pegang monopoli, punya dukungan pemerintah, dan akses ke dana besar. Kok bisa?
Faktanya, sampai akhir 2024, masih ada tujuh BUMN yang mencatatkan kerugian besar, seperti PT Krakatau Steel, PT Bio Farma, PT Wijaya Karya, dan Perum Perumnas. Ini bukan sekadar angka, tapi jadi beban keuangan negara. Dan karena keuangan negara bersumber dari pajak, kerugian BUMN bisa berdampak ke kita semua.
Kenapa BUMN Selalu Merugi?
Ada beberapa alasan utama kenapa BUMN bisa terus merugi meski gak punya pesaing:
1. Tata Kelola Perusahaan yang Buruk
Masalah utama ada di Good Corporate Governance (GCG). Banyak keputusan strategis diambil tanpa analisis bisnis yang matang. Direksi dan komisaris kadang ditunjuk karena pertimbangan politik, bukan profesionalisme. Akibatnya, keputusan bisnis jadi gak rasional dan berisiko tinggi.
2. Manajemen yang Tidak Efisien
Struktur organisasi BUMN cenderung birokratis dan lambat beradaptasi. Ketika dunia berubah cepat—teknologi, digitalisasi, tren pasar—BUMN sering tertinggal. Efisiensi operasional rendah, biaya tinggi, dan produktivitas jeblok.
3. Intervensi Politik
Penugasan direksi dan komisaris sering jadi ajang balas jasa politik. Lebih parah lagi, BUMN dipaksa menjalankan proyek pemerintah yang gak menguntungkan secara finansial. Misalnya, proyek infrastruktur besar yang gak memenuhi skala keekonomian, tapi tetap dijalankan demi kepentingan politik.
Beban Penugasan Pemerintah dan Utang Menumpuk
Public Service Obligation (PSO)
BUMN sering diminta menjalankan tugas sosial atau program pemerintah, seperti subsidi transportasi atau pembangunan daerah tertinggal. Masalahnya, kompensasi dari pemerintah sering gak memadai. Akhirnya, proyek-proyek ini jadi beban keuangan perusahaan.
Utang Menumpuk
Banyak BUMN punya utang besar akibat proyek penugasan atau salah kelola. Misalnya, PT Waskita Karya dan PT Wijaya Karya mencatat utang triliunan rupiah karena proyek infrastruktur yang gagal menghasilkan pendapatan. Utang ini bisa jadi bom waktu kalau gak dikelola dengan baik.
Korupsi dan Manipulasi Laporan Keuangan
Ini yang paling mengkhawatirkan. Beberapa BUMN terlibat kasus korupsi atau manipulasi laporan keuangan. Tujuannya? Biar terlihat sehat di atas kertas, padahal kondisi sebenarnya sudah kritis. Ketika masalah akhirnya terbongkar, penyelamatan butuh dana besar dari APBN.
Dampaknya ke Pajak dan Keuangan Negara
Ketika BUMN merugi, pemerintah sering turun tangan menyelamatkan. Dananya dari APBN. Artinya, dari pajak kita. Kalau ini terus terjadi, ruang fiskal buat pendidikan, kesehatan, dan subsidi bisa terganggu.
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut bahwa 85% BUMN sudah sehat, tapi sisanya masih jadi PR besar. Reformasi BUMN lewat UU 16/2025 diharapkan bisa memperbaiki tata kelola dan efisiensi. Tapi tanpa transparansi dan akuntabilitas, reformasi bisa jadi sekadar kosmetik.
BUMN Harus Dirombak Total
BUMN selalu merugi bukan karena gak punya pasar, tapi karena masalah internal: tata kelola buruk, intervensi politik, dan beban penugasan. Kalau gak segera dibenahi, kerugian BUMN bisa terus jadi beban pajak rakyat.
Sebagai warga negara dan wajib pajak, kita berhak tahu: uang kita dipakai buat apa, dan apakah perusahaan negara benar-benar dikelola dengan baik. Reformasi BUMN harus menyentuh akar masalah, bukan sekadar ganti nama atau struktur.
Butuh Bantuan Mengurus Pajak?
Kalau kamu masih bingung cara menghitung atau melaporkan pajak, biarkan tim profesional kami bantu. BBF Tax Consultant siap membantu kamu mulai dari perencanaan pajak, pelaporan SPT, hingga pendampingan pajak bisnis.
Konsultasikan gratis sekarang di BBF dan pastikan urusan pajakmu beres tanpa ribet! Klik disini untuk chat admin dan konsultasi langsung!










